Malang Sarr mengungkapkan kemarahannya atas pernyataan Mauricio Pochettino pada konferensi pers Chelsea tahun 2023. Saat ditanya tentang keberadaan Sarr dan kiper Jamie Cummings, Pochettino tampak bingung dan berkata, “Siapa?” ketika nama Sarr disebutkan.

Wartawan kemudian menegaskan “Malang Sarr, dan apa yang terjadi dengan Jamie Cummings yang bermain dalam pertandingan pra-musim melawan Wrexham?” Pochettino menjawab dengan nada bingung, “Oh my goodness. Malana Sarr dan kemudian Jamie? Saya tidak tahu apa yang bisa saya katakan.”
Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan memicu kritik dari penggemar serta mantan pemain. Bagi Sarr, momen itu terasa menghina dan memperlihatkan sikap acuh tak acuh manajer terhadap kehadirannya di klub.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Rasa Dihina dan Penolakan yang Sengaja
Sarr menegaskan bahwa perilaku Pochettino bukanlah kebetulan. Bek asal Prancis itu merasa diabaikan secara sengaja, karena sebelumnya manajer tersebut pernah berusaha merekrutnya untuk Tottenham.
“Saya merasa ingin menghancurkan segalanya saat dia mengatakan itu karena saya tahu apa yang terjadi di belakang punggung saya… Dia melakukannya dengan sengaja,” kata Sarr. Pernyataan ini menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam terhadap perlakuan sang pelatih.
Hubungan sejarah mereka semakin memperburuk rasa kecewa Sarr. Ketika tiba di Chelsea, Pochettino bahkan sempat membanggakan di depan asistennya bahwa mereka kini bekerja bersama, padahal sebelumnya dia ingin merekrut Sarr. Perbedaan sikap ini menimbulkan pertanyaan besar bagi sang pemain.
Baca Juga: Momen Haru Lamine Yamal Berikan Bola Pertandingan kepada Ibunya
Penawaran Damai yang Ditolak

Setelah insiden tersebut, Pochettino mencoba memperbaiki hubungan dengan menelepon Sarr beberapa hari kemudian. Namun, Sarr menolak untuk menjawab panggilan tersebut. Ia mengetahui komentar Pochettino melalui Instagram saat sedang berlibur, yang membuatnya merasa semakin tidak dihargai.
Sarr menegaskan bahwa manajer Chelsea saat itu tidak siap menghadapi pertanyaan soal pemain. Keputusan untuk tidak berdamai menandakan ketegangan yang masih membekas antara keduanya. Ia menekankan pentingnya rasa hormat dan pengakuan bagi setiap pemain di klub besar.
Kegagalan komunikasi ini menjadi salah satu faktor utama ketegangan yang mewarnai masa jabatannya di Stamford Bridge. Sarr merasa bahwa perlakuan tersebut menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap kontribusinya.
Proses Keluar dari Chelsea yang Sulit
Keluar dari Chelsea juga tidak mudah bagi Sarr. Ia mengklaim bahwa hierarki klub mencoba memaksanya melakukan langkah-langkah yang tidak diinginkan. “Saya berusia 23 tahun, saya akan tetap di klub kompetitif di Eropa dan saya akan bermain… Saya menolak,” ujarnya.
Sarr saat ini membangkitkan kembali kariernya di RC Lens. Penampilannya yang menonjol di Ligue 1 membuktikan bahwa kualitasnya tetap tinggi meski sempat mengalami perlakuan tidak adil di Chelsea. Proses kepindahan dan pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran bagi Sarr.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan harga diri pemain harus dihormati, sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan di lapangan tetap menjadi bukti utama kualitasnya. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di footballclubmiami.com.
